Soyjoy Nutrition Award 2026 Pilih Tiga Program Gizi Terbaik Indonesia

Gaya Hidup124 Views

Soyjoy Nutrition Award 2026 Pilih Tiga Program Gizi Terbaik Indonesia The 4th Soyjoy Nutrition Award 2026 kembali menjadi ruang apresiasi bagi para ahli gizi yang menghadirkan program nyata untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Acara yang digelar di Le Méridien Hotel Jakarta pada Sabtu, 20 Juni 2026, itu menghimpun 213 program gizi dari berbagai wilayah Indonesia dan dihadiri hampir 500 peserta.

Dari ratusan program yang masuk, panitia bersama dewan juri memilih tiga program terbaik dalam kategori berbeda. NUTRITOOLS meraih Best Innovation Award, FEEDCYCLE mendapatkan Best Impact Award, sedangkan PANGAN LESTARI menerima Most Inspiring Award. Ketiganya dipilih setelah melewati seleksi yang menilai kreativitas, manfaat terukur, keberlanjutan, serta kemampuan program menjawab kebutuhan masyarakat.

Ajang Apresiasi bagi Ahli Gizi Indonesia

Soyjoy Nutrition Award merupakan program tahunan yang memberikan penghargaan kepada nutrisionis dan dietisien Indonesia. Penghargaan ini tidak hanya menyoroti pencapaian individu, tetapi juga program yang telah dilaksanakan dan menghasilkan perubahan nyata di rumah sakit, puskesmas, lingkungan pendidikan, komunitas, serta tempat kerja.

Pada penyelenggaraan 2026, ajang ini memasuki tahun keempat. Jumlah program yang masuk memperlihatkan meningkatnya kesadaran tenaga gizi untuk mendokumentasikan kegiatan mereka. Sebanyak 213 program dikirimkan dari berbagai daerah dengan tema yang sangat beragam.

Program tersebut tidak hanya berbicara tentang makanan sehat. Banyak peserta membawa pendekatan berbasis teknologi, pengelolaan limbah medis, pemberdayaan keluarga, pencegahan stunting, penanganan wasting, sampai edukasi yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Tiga Kategori Mewakili Kekuatan Program

Panitia membagi penghargaan utama ke dalam tiga kategori. Setiap kategori menilai kekuatan yang berbeda sehingga program yang terpilih tidak harus memakai pendekatan yang sama. Ada program yang unggul karena inovasinya, ada yang dipilih karena hasil terukur, dan ada pula yang kuat dalam menggerakkan masyarakat.

Best Innovation Award diberikan kepada program yang menawarkan cara baru dalam menjawab persoalan gizi. Program tersebut dinilai tidak sekadar mengulang metode lama, tetapi menghadirkan alat, sistem, atau pendekatan yang membantu tenaga gizi bekerja lebih baik.

Best Impact Award berfokus pada hasil yang dapat terlihat dan diukur. Program harus menunjukkan perubahan yang jelas, baik dalam efisiensi pelayanan, pengurangan limbah, peningkatan status gizi, maupun perbaikan kualitas layanan.

Most Inspiring Award menilai kemampuan program membangun gerakan yang dapat ditiru. Program dalam kategori ini harus mampu melibatkan banyak pihak, memanfaatkan sumber daya lokal, dan mendorong perubahan perilaku di tingkat masyarakat.

NUTRITOOLS Raih Best Innovation Award

Penghargaan Best Innovation Award diberikan kepada Wiranto, S.Gz., Dietisien, dari PT Perangkat Gizi Indonesia atau Nutritools Yogyakarta. Program yang dibawa bernama NUTRITOOLS: Transformasi Digital Pembelajaran dan Praktik Gizi di Indonesia.

NUTRITOOLS hadir sebagai sarana digital yang mendukung proses pembelajaran serta pekerjaan ahli gizi. Program ini berangkat dari kebutuhan tenaga gizi terhadap perangkat yang dapat membantu perhitungan, pencatatan, edukasi, serta penerapan ilmu gizi secara lebih terstruktur.

Pemanfaatan teknologi dalam bidang gizi menjadi semakin penting. Tenaga gizi sering berhadapan dengan banyak data, mulai dari berat badan, tinggi badan, kebutuhan energi, komposisi makanan, hingga hasil pemantauan pasien. Sistem digital dapat membantu proses tersebut agar lebih cepat dan konsisten.

Penghargaan kepada NUTRITOOLS juga memperlihatkan bahwa inovasi gizi tidak harus selalu berbentuk makanan baru. Perangkat digital yang membantu tenaga profesional dapat memberi kontribusi besar karena dipakai dalam pendidikan, layanan kesehatan, dan pendampingan masyarakat.

Perjalanan Wiranto dari Penonton Menjadi Pemenang

Kisah Wiranto menarik perhatian peserta karena pada penyelenggaraan sebelumnya ia hadir sebagai penonton. Setahun kemudian, ia berdiri sebagai salah satu penerima penghargaan utama. Perjalanan ini menunjukkan bahwa ajang tersebut juga berfungsi sebagai pemicu lahirnya gagasan baru.

Wiranto menyebut setiap ahli gizi memiliki kesempatan yang sama untuk membangun program dan memberi kontribusi bagi masyarakat. Pernyataannya menggambarkan salah satu tujuan utama Soyjoy Nutrition Award, yaitu membuka ruang agar tenaga gizi dari berbagai latar dapat memperlihatkan hasil kerja mereka.

Pengalaman menjadi peserta tahun sebelumnya dapat memberi gambaran mengenai kualitas program yang dicari. Dari sana, tenaga gizi dapat memperbaiki dokumentasi, menyusun indikator, dan mengembangkan gagasan yang sebelumnya hanya berjalan di lingkup terbatas.

“Penghargaan seperti ini bernilai ketika mampu mengubah tenaga gizi yang sebelumnya hanya menjadi penonton menjadi pencipta program yang berguna bagi banyak orang.”

FEEDCYCLE Menang Lewat Pengelolaan Feeding Buret

Kategori Best Impact Award diraih oleh Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, S.Gz., RD, dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ia membawa program FEEDCYCLE: Inovasi Reuse Feeding Buret Berkelanjutan.

Program tersebut berhubungan dengan penggunaan feeding buret dalam pelayanan gizi klinis. Feeding buret merupakan perangkat yang dapat digunakan dalam pemberian nutrisi kepada pasien melalui jalur tertentu. Dalam pelayanan rumah sakit, penggunaan alat sekali pakai atau perangkat pendukung nutrisi dapat menghasilkan limbah dalam jumlah besar.

FEEDCYCLE menawarkan pengelolaan yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan standar keselamatan. Program ini dinilai memberi hasil karena tidak hanya menyentuh pelayanan pasien, tetapi juga efisiensi penggunaan alat dan pengurangan limbah.

Inovasi seperti ini memperlihatkan bahwa pelayanan gizi klinis berkaitan erat dengan tata kelola rumah sakit. Ahli gizi tidak hanya menyusun menu pasien, tetapi juga ikut memikirkan prosedur, pemakaian alat, biaya, keselamatan, dan pengelolaan sumber daya.

Rumah Sakit Menjadi Ruang Penting untuk Inovasi Gizi

Program FEEDCYCLE memperlihatkan besarnya ruang pembaruan di fasilitas kesehatan. Rumah sakit memiliki prosedur yang ketat, tetapi bukan berarti tidak dapat melakukan perbaikan. Justru, perubahan kecil yang dilakukan secara terukur dapat memberi hasil besar jika diterapkan dalam layanan dengan jumlah pasien tinggi.

Dalam pelayanan klinis, setiap prosedur harus memiliki dasar ilmiah dan pengawasan yang kuat. Pemakaian kembali alat tidak boleh dilakukan sembarangan karena menyangkut kebersihan dan keselamatan pasien. Karena itu, sebuah program harus memiliki standar, proses pemantauan, serta dokumentasi yang jelas.

Keberhasilan FEEDCYCLE meraih Best Impact Award menunjukkan bahwa juri melihat hasil yang dapat diukur. Program tersebut tidak hanya menarik secara gagasan, tetapi juga dinilai memiliki kegunaan nyata bagi layanan rumah sakit.

PANGAN LESTARI Jadi Program Paling Inspiratif

Most Inspiring Award diberikan kepada Ihsan Abdul Aziz, S.Gz., dari Asosiasi Nutrisionis Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Puskesmas Duren Sawit. Program yang terpilih bernama PANGAN LESTARI.

Program ini mengangkat pendekatan berbasis masyarakat dan sumber pangan. Melalui keterlibatan komunitas serta fasilitas kesehatan tingkat pertama, PANGAN LESTARI mendorong masyarakat memahami pilihan pangan, kebiasaan makan, dan pengelolaan sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.

Kekuatan program berbasis komunitas terletak pada kedekatannya dengan kehidupan warga. Edukasi tidak hanya diberikan melalui ceramah, tetapi diterapkan dalam kegiatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan keluarga. Pendekatan ini membuat pesan gizi lebih mudah diterima dan dipertahankan.

Puskesmas memiliki posisi penting karena menjadi fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui puskesmas, ahli gizi dapat berinteraksi dengan ibu hamil, balita, remaja, lansia, dan keluarga yang memiliki persoalan kesehatan berbeda.

Program Komunitas Harus Dekat dengan Kehidupan Warga

PANGAN LESTARI dipilih sebagai program paling inspiratif karena dinilai dapat menggerakkan partisipasi. Program gizi berbasis komunitas tidak akan berhasil jika masyarakat hanya menjadi penerima informasi. Warga perlu dilibatkan sebagai pelaku perubahan.

Keterlibatan tersebut dapat dimulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan menu keluarga, pemanfaatan sumber makanan lokal, hingga kebiasaan berbelanja. Ketika masyarakat memahami alasan di balik suatu pilihan, perubahan perilaku lebih mudah berlangsung.

Program komunitas juga harus menyesuaikan kemampuan ekonomi warga. Rekomendasi makanan sehat tidak akan efektif jika bahan yang disarankan mahal atau sulit ditemukan. Karena itu, pemanfaatan pangan lokal menjadi bagian penting dalam edukasi gizi.

Tabel Tiga Program Terbaik SNA 2026

Berikut daftar program yang meraih penghargaan utama pada Soyjoy Nutrition Award 2026.

Sebanyak 213 Program Ikut Seleksi

Jumlah 213 program menunjukkan besarnya aktivitas ahli gizi di berbagai daerah. Program tersebut datang dari 96 kota di Indonesia. Cakupan ini memperlihatkan bahwa inovasi gizi tidak hanya muncul di kota besar atau rumah sakit pusat.

Tenaga gizi di daerah menghadapi persoalan yang sangat beragam. Wilayah perkotaan bisa berhadapan dengan obesitas, diabetes, dan pola makan tinggi gula. Daerah lain masih menghadapi stunting, wasting, anemia, serta keterbatasan akses pangan bergizi.

Karena kebutuhan berbeda, program yang dikirimkan juga tidak seragam. Ada yang berfokus pada balita, ibu hamil, pasien rumah sakit, keluarga, pekerja, sampai tenaga kesehatan. Perbedaan inilah yang membuat proses penilaian membutuhkan indikator yang jelas.

Hampir Separuh Program Membahas Stunting

Dari seluruh program yang diterima, hampir separuh mengangkat penanganan stunting. Angka ini memperlihatkan bahwa stunting masih menjadi perhatian besar di kalangan ahli gizi Indonesia.

Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Kondisi ini berkaitan dengan kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, kesehatan ibu, kualitas makanan, sanitasi, dan pola pengasuhan. Karena penyebabnya berlapis, penanganannya membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Program stunting yang kuat tidak cukup hanya membagikan makanan tambahan. Intervensi harus mencakup edukasi keluarga, pemeriksaan pertumbuhan, kesehatan ibu hamil, pemberian ASI, makanan pendamping, kebersihan, dan rujukan kesehatan jika ditemukan gangguan.

Banyaknya program stunting juga menjadi tantangan bagi juri. Setiap peserta harus memperlihatkan pembeda, indikator keberhasilan, dan cara menjaga program agar tetap berjalan setelah kegiatan utama selesai.

Isu Wasting dan Kekurangan Mikronutrien Tetap Muncul

Selain stunting, peserta mengangkat persoalan wasting atau berat badan rendah dibanding tinggi badan. Wasting membutuhkan penanganan cepat karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan serius pada anak.

Kekurangan mikronutrien juga menjadi bagian dari persoalan gizi nasional. Zat besi, vitamin A, yodium, seng, dan nutrisi lain dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu. Kekurangan zat tersebut tidak selalu terlihat dari bentuk tubuh, tetapi dapat memengaruhi pertumbuhan, konsentrasi, kekebalan, dan produktivitas.

Program gizi perlu mampu menjangkau masalah yang tidak selalu terlihat. Anak dengan berat badan normal belum tentu memiliki asupan zat besi yang cukup. Orang dewasa yang terlihat sehat juga bisa memiliki pola makan tinggi kalori tetapi miskin zat gizi.

Indonesia Menghadapi Tiga Beban Gizi

Penyelenggaraan SNA 2026 berlangsung ketika Indonesia masih menghadapi tiga beban gizi secara bersamaan. Tiga persoalan itu mencakup kekurangan gizi, kelebihan berat badan, serta kekurangan zat gizi mikro.

Kondisi tersebut membuat pekerjaan ahli gizi semakin kompleks. Di satu wilayah, tenaga kesehatan harus menangani anak kurus. Di wilayah yang sama, mereka juga bisa menghadapi peningkatan obesitas pada remaja dan orang dewasa. Pada saat bersamaan, anemia dan kekurangan mikronutrien tetap ditemukan.

Pendekatan satu program untuk semua kelompok tidak akan cukup. Ahli gizi perlu membaca data lokal, mengenali kebiasaan makan, memahami kemampuan ekonomi, dan menyusun intervensi sesuai kelompok sasaran.

Penilaian Tidak Hanya Berdasarkan Ide

Program yang dikirim ke Soyjoy Nutrition Award harus sudah dijalankan pada periode Januari 2025 sampai April 2026. Ketentuan ini penting karena penghargaan tidak ditujukan untuk ide yang masih berada di atas kertas.

Peserta harus menunjukkan bahwa program telah diterapkan, memiliki sasaran, indikator, dokumentasi, dan hasil. Dewan juri menilai inovasi, hasil positif, kekuatan inspirasi, serta kemampuan peserta menjelaskan program.

Dokumentasi menjadi salah satu unsur penting. Banyak ahli gizi melakukan kegiatan baik, tetapi tidak menyimpan data secara rapi. Akibatnya, program sulit dievaluasi dan tidak mudah dibagikan kepada wilayah lain.

Melalui penghargaan ini, tenaga gizi didorong menyusun catatan yang lebih baik. Data sebelum dan sesudah intervensi, jumlah peserta, perubahan perilaku, hambatan, dan biaya perlu dicatat agar manfaat program dapat dibuktikan.

Dewan Juri Menilai Program Secara Ketat

Salah satu anggota dewan juri SNA 2026 adalah Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.

Dewan juri menilai para finalis menghadirkan program yang kreatif dan berpotensi memberi hasil nyata bagi masyarakat. Proses seleksi juga menjadi ruang belajar karena peserta dapat melihat pendekatan yang dipakai oleh tenaga gizi dari wilayah lain.

Penjurian yang ketat diperlukan agar penghargaan tidak hanya diberikan kepada program dengan presentasi menarik. Program harus memiliki dasar yang jelas, hasil yang dapat diperiksa, dan kemungkinan untuk diteruskan.

Ahli Gizi Berada di Garis Depan Perubahan Perilaku

Head of Brand Communication Soyjoy, Finsa Giovani, menyatakan ahli gizi berada di garis depan perubahan perilaku dan perbaikan kesehatan masyarakat. Pernyataan ini menggambarkan luasnya tugas ahli gizi di lapangan.

Ahli gizi tidak hanya menghitung kalori atau membuat menu. Mereka membantu keluarga memahami makanan, mendampingi pasien, memantau pertumbuhan anak, melatih kader, menyusun program, dan berkomunikasi dengan banyak pihak.

Perubahan perilaku makan juga tidak terjadi dengan satu kali penyuluhan. Seseorang mungkin sudah mengetahui pentingnya sayur, tetapi belum mampu membelinya secara rutin. Keluarga mungkin memahami pentingnya protein, tetapi tidak tahu cara memilih sumber yang sesuai anggaran.

Karena itu, ahli gizi perlu menggabungkan ilmu, komunikasi, kreativitas, dan pemahaman sosial. Program terbaik biasanya lahir dari kemampuan melihat persoalan warga secara utuh.

Penghargaan Mendorong Dokumentasi Program

Salah satu nilai penting Soyjoy Nutrition Award adalah mendorong program lokal agar terdokumentasi. Banyak kegiatan gizi berhasil di satu wilayah, tetapi tidak dikenal di tempat lain karena tidak ditulis dan dibagikan.

Dokumentasi memungkinkan program dipelajari, dievaluasi, dan diperbaiki. Daerah lain tidak harus menyalin seluruh bagian, tetapi dapat mengambil metode yang sesuai. Dengan cara ini, satu program kecil dapat memberi inspirasi lebih luas.

Dokumentasi juga membantu tenaga gizi memperoleh dukungan. Pemerintah daerah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan mitra swasta lebih mudah menilai program jika tersedia data yang jelas.

“Program gizi yang baik tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia perlu dicatat agar keberhasilan, kegagalan, dan pelajarannya bisa digunakan oleh lebih banyak orang.”

Inovasi Digital Makin Dibutuhkan

Kemenangan NUTRITOOLS memperlihatkan meningkatnya peran teknologi dalam pekerjaan gizi. Sistem digital dapat membantu proses pengumpulan data, analisis, pendidikan, dan pemantauan.

Namun, penggunaan teknologi harus tetap memperhatikan kemampuan pengguna. Aplikasi yang terlalu rumit akan sulit diterapkan oleh kader atau masyarakat. Teknologi yang baik harus mudah dipahami, memiliki fungsi jelas, dan tidak menambah beban kerja.

Perlindungan data juga menjadi perhatian. Informasi kesehatan merupakan data sensitif. Setiap sistem digital harus memiliki pengamanan, batas akses, dan prosedur penggunaan yang bertanggung jawab.

Program Rumah Sakit Perlu Efisiensi dan Keselamatan

FEEDCYCLE menunjukkan bahwa ahli gizi juga dapat memberi kontribusi pada efisiensi rumah sakit. Setiap fasilitas kesehatan harus menjaga mutu layanan sambil mengelola biaya dan limbah.

Inovasi di rumah sakit harus selalu menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas. Sebuah program baru perlu diuji, dipantau, dan disesuaikan dengan standar yang berlaku. Jika hasilnya baik, pendekatan tersebut dapat dikembangkan ke unit lain.

Efisiensi bukan sekadar menghemat biaya. Penggunaan alat yang lebih terkendali dapat membantu rumah sakit mengurangi pemborosan dan mengelola sumber daya secara lebih baik.

Puskesmas Menghubungkan Program dengan Warga

Keterlibatan Puskesmas Duren Sawit dalam PANGAN LESTARI memperlihatkan pentingnya fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas memiliki kedekatan dengan masyarakat yang sulit digantikan oleh institusi lain.

Tenaga gizi di puskesmas mengenal persoalan warga secara langsung. Mereka dapat melihat kondisi balita, kebiasaan keluarga, akses pangan, dan kemampuan kader. Informasi ini membantu program dibuat lebih sesuai kebutuhan.

Program berbasis puskesmas juga lebih mudah dihubungkan dengan posyandu, sekolah, kelurahan, komunitas, dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini membuat jangkauan program menjadi lebih luas.

Penghargaan Bukan Titik Akhir Program

Tiga pemenang memperoleh pengakuan atas program yang sudah dijalankan. Namun, pekerjaan berikutnya adalah memastikan program tetap tumbuh. Penghargaan seharusnya menjadi pintu untuk memperkuat evaluasi, memperluas sasaran, dan membangun kerja sama.

NUTRITOOLS perlu terus memastikan teknologi yang dikembangkan sesuai kebutuhan tenaga gizi. FEEDCYCLE perlu menjaga standar dan membuktikan hasil dalam pemakaian lebih luas. PANGAN LESTARI perlu memperkuat partisipasi masyarakat agar kegiatan tidak berhenti setelah masa program.

Penyelenggara juga memiliki ruang untuk mempertemukan para pemenang dengan pemerintah, kampus, rumah sakit, dan organisasi profesi. Dukungan tersebut dapat membantu program berkembang tanpa kehilangan tujuan awalnya.

Ruang Belajar bagi Nutrisionis dan Dietisien

Soyjoy Nutrition Award juga menjadi forum pertemuan profesional. Hampir 500 peserta hadir dalam kegiatan 2026. Pertemuan ini membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman, membandingkan metode, dan membangun jaringan.

Ahli gizi yang bekerja di rumah sakit dapat belajar dari program komunitas. Tenaga puskesmas dapat melihat penggunaan teknologi di bidang pendidikan. Pengembang sistem digital dapat memahami kebutuhan pelayanan klinis.

Pertukaran seperti ini penting karena persoalan gizi tidak bisa diselesaikan oleh satu jenis institusi. Rumah sakit, puskesmas, kampus, perusahaan, pemerintah, dan komunitas memiliki peran yang berbeda tetapi saling berhubungan.

SNA 2026 Perlihatkan Luasnya Karya Ahli Gizi

Ratusan program yang masuk menjadi bukti bahwa ahli gizi Indonesia telah menjalankan banyak kegiatan di lapangan. Sebagian mungkin belum dikenal luas, tetapi bekerja langsung di tengah masyarakat.

Ada tenaga gizi yang mendampingi balita, menyusun menu pasien, mengembangkan aplikasi, mengelola alat di rumah sakit, serta membangun kegiatan pangan bersama warga. Karya tersebut menunjukkan bahwa profesi gizi memiliki ruang kerja yang sangat luas.

The 4th Soyjoy Nutrition Award 2026 memberi panggung kepada tiga program yang mewakili teknologi, pelayanan klinis, dan pemberdayaan komunitas. Ketiga pendekatan itu memperlihatkan bahwa perbaikan gizi dapat dimulai dari banyak pintu, selama program disusun berdasarkan kebutuhan dan hasilnya dapat dinilai.

Tiga Program Membawa Pesan Berbeda

NUTRITOOLS membawa pesan bahwa tenaga gizi perlu mengikuti perkembangan teknologi. FEEDCYCLE menunjukkan bahwa perbaikan prosedur di rumah sakit dapat menghasilkan manfaat yang terukur. PANGAN LESTARI memperlihatkan bahwa masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian utama dalam perubahan pola makan.

Ketiganya tidak bersaing dalam bentuk yang sama. Justru, perbedaan tersebut menunjukkan luasnya bidang gizi. Inovasi dapat berbentuk aplikasi, sistem kerja, maupun gerakan warga.

Soyjoy Nutrition Award 2026 memberi pengakuan kepada program yang telah melampaui gagasan. Program tersebut telah dijalankan, diuji, dan dipresentasikan di hadapan juri. Penghargaan ini menjadi catatan bahwa pekerjaan ahli gizi semakin membutuhkan data, kolaborasi, dan keberanian mencoba pendekatan baru.

Program Lokal Berpeluang Menjadi Rujukan Nasional

Setiap program besar sering bermula dari persoalan kecil di satu tempat. Ketika metode yang digunakan berhasil dan terdokumentasi dengan baik, program dapat menjadi rujukan bagi daerah lain.

Program digital dari Yogyakarta dapat digunakan oleh tenaga gizi di wilayah lain. Inovasi klinis dari Jakarta dapat dipelajari oleh rumah sakit berbeda. Gerakan komunitas di Duren Sawit dapat disesuaikan dengan karakter masyarakat di kota lain.

Proses perluasan tentu memerlukan penyesuaian. Kondisi masyarakat, fasilitas, anggaran, dan tenaga tidak selalu sama. Namun, keberhasilan awal memberi dasar yang lebih kuat dibanding memulai tanpa contoh.

Dengan 213 program dari 96 kota, SNA 2026 menyimpan banyak gagasan yang sebenarnya layak dipelajari, bukan hanya tiga pemenang utama. Program yang belum menang tetap dapat dikembangkan melalui evaluasi, dokumentasi, dan kerja sama yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *